Kopi Tubruk

 

Secangkir kopi tubruk hitam tanpa gula bisa disebut minuman sempurna, jika saja yang bertugas membuatnya pintar. Pintar dalam artian mengerti elemen-elemen apa saja yang bisa membuat ide sesederhana bubuk kopi ditubruk air panas bisa jadi enak. Pintar dalam artian insting atau perasaan harus jalan ketika menakar sesuai permintaan: kental, sedang, atau encer. Pintar dalam artian tahu bahwa air dari dispenser atau termos tidak pernah cukup panas sebagai media tubruk. Tidak kalah penting, si pembuat juga biasanya tahu betul bubuk kopi apa yang ia pakai, setidaknya dari kasat mata dan bau ia sudah bisa memperkirakan jenis bubuk kopi yang ia hadapi kira-kira punya cita rasa seperti apa.

Makanya tidak aneh jika dulu – sebelum zaman kopi instan, sachet, dan taburan gerai kopi – sering terdengar kalimat ‘aduh, saya nggak bisa bikin kopi’ atau ‘aduh, saya kalau bikin kopi nggak enak’.

Nah, akhir-akhir ini setelah pembuatan secangkir kopi sudah begitu ilmiah, apalagi dengan adanya perkembangan alat-alat yang bisa meningkatkan kemurnian rasa bubuk kopi dicampur air, maka ‘perasaan’ alias insting yang dulu menjadi alat utama untuk menyiapkan secangkir kopi enak mulai menjadi usang. Dengan bertaburannya gerai-gerai kopi di kota besar yang rata-rata menggunakan peraturan dan alat bantu, secangkir kopi tubruk seperti yang dibuat bibi di rumah menjadi sulit didapat.

Sulit, karena pengetahuan baru mengenai pembuatan secangkir kopi terus berkembang. Traceability biji kopi menjadi salah satu yang amat diperhatikan; dari mana biji kopi itu berasal, metode pemanggangan seperti apa yang digunakan, lama-sebentarnya biji kopi dipanggang, halus-kasarnya gilingan, usia bubuk kopi yang sudah digiling, penyimpanan biji dan bubuk kopi, alat yang digunakan, keilmuan barista, dan berbagai hal lainnya. Semua ini atas nama kemurnian rasa secangkir kopi, harga yang sepadan, dan tentunya (tanpa bermaksud sinis) gaya hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s