Bukan Taman Nasional: Dusun Sawendui

Indonesia adalah salah satu negara mega biodiversity di dunia dan Papua yang terletak di Indonesia paling timur memberikan kontribusi tidak sedikit dalam memperkaya keragaman hayati Indonesia. Lebih dari setengah jumlah mamalia, vegetasi dan burung yang ada di sini tidak dapat ditemukan di daerah lain. Sayang sekali dengan adanya perubahan global di berbagai sektor terutama ekonomi, kelangsungan ekosistem daerah ini menjadi terancam akibat kompetisi dengan aktivitas manusia.

Berdasarkan hal ini, maka Saireri Paradise Foundation (SPF) mengambil inisiatif untuk menjadikan dusun Sawendui sebagai daerah konservasi. Saireri Paradise Foundation (SPF) adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan berfokus pada pembangunan komunitas yang sadar akan gaya hidup bersahabat dengan alam. Sejak 2012 bersama-sama dengan masyarakat lokal, SPF telah menjalankan program perlindungan dan pelestarian hutan dan laut, dan di saat yang bersamaan juga menjalankan program kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup.

spf-20

Sawendui adalah sebuah dusun kecil di Distrik Raembawi yang berada di pulau Yapen bagian timur laut. Yapen sedari dulu sudah dikenal memiliki keragaman hayati yang unik disebabkan posisinya sebagai pulau satelit yang menjembatani pulau Papua dengan gugusan kepulauan yang berada di sebelah utaranya. Keunikan ini telah mendorong beberapa ilmuwan di awal abad 20 untuk mengabadikan beberapa spesies aves (burung) dan mamalia dalam taksonomi Latin dengan menggunakan istilah ‘jobiensis’, yang artinya berasal dari Jobi. Sekarang ini yang disebut “Jobi” merujuk pada “Yapen” dan/atau dusun Jobi, sebuah dusun kecil di sebelah timur laut Yapen .

11 kilometer ke arah barat dari dusun Jobi adalah Sawendui. Dusun ini memiliki luas wilayah setidaknya seperempat dari 19.000 ha luas Distrik Raimbawi. Inisiatif menjadikan Sawendui sebagai daerah konservasi adalah langkah yang penting dalam pelestarian lingkungan, disebabkan dusun ini merupakan satu-satunya dusun di distrik Raembawi yang masih memiliki hutan hujan tropis primer yang luas. Selain itu hutan di Sawendui juga dapat sekaligus berfungsi sebagai hutan penyangga Cagar Alam Pegunungan Yapen Tengah.

spf-06
Hutan pakis tua yang mengingatkan pada Jurassic Park mengisi pesisir Sawendui. (foto: Ninna Nimpoeno)

Letak Sawendui amat terisolasi, tidak ada fasilitas jalan darat dan pesisirnya yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik pada saat musim angin barat ombaknya dapat mencapai ketinggian empat meter. Kondisi laut Yapen utara yang ganas ini pernah didokumentasikan oleh Alfred Russel Wallace dalam The Malay Archipelago:

[…] Alam kelihatannya sangat menjaga hartanya yang paling berharga agar nilainya tidak hilang akibat terlalu mudah didapat. Pertama kami melihat dataran terbuka yang tidak mungkin dilabuhi kapal karena gelombang tinggi Samudera Pasifik; setelah itu, daerah yang tertutup pegunungan curam terdiri dari belantara yang lebat menjadi penghalang yang tidak mungkin dilalui […]

Walaupun hanya dihuni kurang dari 50 orang tetapi kearifan lokal adalah salah satu hal yang membuat daerah ini sampai sekarang masih memiliki kekayaan alam yang bisa dibilang utuh. Sudah menjadi perjanjian tidak tertulis di antara masyarakat lokal bahwa satu kilometer dari batas hutan terluar ke dalam tidak akan dijamah, sehingga bisa dikatakan sepanjang 12 kilometer dengan lebar satu kilometer di sepanjang pesisir Sawendui merupakan sabuk hijau yang amat berharga. Habitat seperti inilah yang menjadi penyebab utama mengapa beberapa spesies hewan yang hampir punah menjadikannya tempat berlindung.

 

CATATAN:

  1. Tulisan ini dibuat bersama dengan Saireri Paradise Foundation.
  2. Semua foto oleh Suherina Nimpoeno.
  3. Grafis oleh Novita Angka @ Tre Creative Mindshare
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s